.
Situs Berita aktual & Inspiratif
BerandaIndex

Tentang Proses Pembuatan Maskin di Dinkes KBB, Rahmat Beta;” Berikan Aturan Bijak Supaya Relawan Tidak Buang Waktu dan Energi!!”

Rahmat Beta, Ketua Siaga Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat./indokliknews./Hendy Irawan.

INDOKLIKNEWS.COM, Bandung Barat – Ketua Siaga Desa Canggkorah, kecamatan Batujajar, Rahmat Beta, keluhkan tentang aturan pembuatan Maskin oleh dinas kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Menurutnya, Aturan yang di buat oleh Dinkes KBB terlalu berbelit belit, sehingga membuang waktu dan energi bagi dirinya atau relawan.

“Saya mengurus salah satu pasien yaitu Saudara Erik dari kampung Seukeutando desa Canggkorah, kebetulan dia punya jaminan kesehatan yang belum terbayar, akhirnya tidak bisa digunakan, terpaksa akhirnya menggunakan Maskin, waktu kemarin saya berangkat, dari desa, kecamatan sampai di Dinkes KBB, dari Dinkes ada aturan harus di dampingi keluarga pasien, “jelas Rahmat kepada wartawan di kantor Dinkes KBB, Ngamprah, KBB. Selasa (28/2/2023).

Rahmat mengungkapkan, Keluarga pasien itu yang sakit adalah suaminya, dan yang menunggu isterinya, anak yang paling besar masih duduk di Bangku SMP dan karena ada ujian tidak bisa di ganggu, kalau adiknya pasien tinggalnya di Kota Bandung, Akhirnya terpaksa saya bawa anak kedua dari pasien yang masih duduk di Bangku SD.

“Menurut dari Dinas untuk pengurusan Maskin ini harus dengan keluarganya atau yang tercantum di KK pasien, ” tuturnya

Lebih lanjut Rahmat mengatakan,Padahal saya sudah jelaskan bahwa saya adalah ketua Siaga Desa Canggkorah dan RW juga anggota Siaga desa Cangkorah, daripada tidak jadi dan yang kita khwatirkan harus bayar dulu, maka saya ambil keputusan membawa anaknya pasien yang masih SD untuk menjadi perwakilan keluarga.

Rahmat juga menjelaskan bahwa Pasien di rawat dari hari minggu karena DBD.

“Dari dulu saya mengurus biasa saja, tidak seperti ini, kalau pihak Dinkes ragu ke saya sebagai Ketua desa siaga itu tinggal cek saja, ” Tegasnya

“Kami dan pa RW statusnya adalah anggota Siaga desa Canggkorah, dan pasien orang Canggkorah, kenapa tidak bisa?, ” Tanya Rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *