indokliknews.com

Situs Media Informasi Aktual, Akurat, Terkini dan Inspiratif

Meriahkan Hari jadi Kabupaten Bandung ke 383, Camat Rancaekek Menggelar Festival Ngembrong Liwet Bersama dan Fashion Show

Meriahkan Hari jadi Kabupaten Bandung ke 383, Camat Rancaekek Menggelar Festival Ngembrong Liwet Bersama dan Fashion Show

Smallest Font
Largest Font

INDOKLIKNEWS.COM, Bandung – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-383 Kabupaten Bandung (HJKB), Pemerintah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung menggelar Festival Ngembrong Liwet Bersama dan Fashion Show, sekaligus memperingati Hari Kartini ke-154 tingkat Kecamatan Rancaekek, yang dipusatkan Lapangan SMA Negeri 1 Rancaekek, Jalan Walini No. 55 Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.Sabtu (20/4/2024).

Tidak hanya itu, di 13 Desa dan 1 Kelurahan Rancaekek Kencana kecamatan Rancaekek melakukan hal yang sama, para pejabat duduk bersama menikmat variasi liwet yang disuguhkan oleh Pemerintahan Kecamatan Rancaekek dan Desa serta Kelurahan Rancaekek Kencana.

Festival Ngembrong Liwet bersama ini dibuka secara resmi oleh Camat Rancaekek, Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, yang turut dihadiri unsur jajaran Forkopimcam Rancaekek, para Kepala Desa bersama jajaranya perangkat, Ketua TP PKK Kecamatan dan Ketua TP PKK Desa, Ketua MUI, para Kepala UPTD, Karang Taruna Kecamatan dan Desa, KNPI, Kwarran Pramuka Rancaekek, Ormas dan OKP Se- Kecamatan Rancaekek, serta undangan dari para tokoh masyarakat, ASN tingkat kecamatan serta warga masyarakat, dan beberapa partisipan lainnya, termasuk masyarakat yang ikut antusias mengikuti Festival Ngembrong Liwet bersama ini.

Fashion Show, menampilkan berbagai busana tradisional Sunda yang penuh warna dan keindahan. Para model yang berasal dari berbagai desa di Kabupaten Bandung menunjukkan kekayaan budaya dan tradisi daerah setempat.

Sebelum Festival Ngembrong Liwet dan Fashion Show, berbagai lomba telah diadakan sebagai rangkaian peringatan Hari jadi ke-383 Perlombaan posyandu menjadi salah satu yang menarik perhatian, dengan RW 19 Desa Rancaekek Wetan berhasil meraih juara. Kelurahan Rancaekek Kencana juga menunjukkan prestasinya sebagai Juara Paareedi, sementara Desa Bojongsalam dan Bojongloa meraih penghargaan dalam berbagai kategori seperti administrasi PKK dan penanggulangan bencana.

Camat Rancaekek, Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, dalam  sambutannya mengungkapkan harapannya untuk masa depan Kabupaten Bandung yang lebih gemilang. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, ia berharap agar masyarakat terus bersatu dalam membangun daerah ini menjadi lebih baik lagi, dan di Peringatan Hari Jadi ke-383 Kabupaten Bandung di Rancaekek ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan sejarah dan prestasi, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan di antara seluruh warga.

Semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam Festival Ngembrong Liwet dan Fashion Show ini diharapkan dapat terus ditanamkan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.ujarnya.

Camat Diar pun menuturkan bahwa Gembrong Liwet merupakan simbol kesetaraan dan kebersamaan yang kuat. Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong dan persatuan yang menjadi ciri khas masyarakat Kabupaten Bandung, dan ingin agar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi merayakan HJB ke-383 melalui Festival Ngembrong liwet ini. Ia memaparkan, dalam Festival  ini, pihaknya telah mengundang masyarakat untuk bersama-sama menikmati liwet yang telah disediakan.

Hal itu sesuai dengan tema, “Hari Jadi ke-383 Kabupaten Bandung, dengan semangat BEDAS 2024, kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

“Pokoknya masyarakat diundang untuk hadir makan bersama dengan masyarakat, dengan seluruh ASN (dan) PNS untuk kebersamaan. Iya simbol kebersamaan antara kita dengan masyarakat dalam membangun Kabupaten Bandung untuk memajukan daerahnya melalui kinerja yang produktif.

Selain itu meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mendongkrak pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan semangat BEDAS-nya.

Ia pun menambahkan, antusiasme masyarakat cukup besar dalam mengikuti acara makan bersama ini. Ia juga menerangkan, dana yang digunakan dalam kegiatan ini berasal dari dana udunan para kepala Desa dan pemerintah Kecamatan  di lingkungan Kecamatan Rancaekek dan beberapa partisipan lainnya.

“Bukan hanya ASN, di sini ada pengusaha juga, ada partisipan juga ya, berpartisipasi semuanya membuat liwet, saya tidak tahu yang membuat liwetnya siapa ya, karena harus ada yang bisa masak kan gitu, tapi ini adalah betul-betul udunan ini tidak ada anggaran ya dari pemerintah,” ujarnya.

Perayaan Hari Jadi ke-383 Kabupaten Bandung di Rancaekek ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan sejarah dan prestasi, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan di antara seluruh warga.

Semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam Festival Ngembrong Liwet dan Fashion Show ini diharapkan dapat terus ditanamkan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.pungkasnya.

Ditempat yang sama juga Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa  (APDESI) Kecamatan Rancaekek, yang juga Kepala Desa Sukamanah, H. Dede Rahim mengatakan,”  Acara Festival ngembrong Liwet ini dalam penyelengaraan ini pihaknya berkolaborasi dengan seluruh jajaran pemerintahan Kecamatan, bahkan desa, untuk melaksanakan Festival Ngembrong Liwet ini.

Pelaksanaan Festival Ngembrong  Liwet ini, lanjut Dede Rahim, bertujuan kita ini supaya tidak ada sekat antara pejabat dengan masyarakat, kita makan bersama, kita bergembira bersama. dan kita berempati kepada masyarakat.

Ia menuturkan, Festival Ngembrong Liwet ini juga sebagai wahana edukasi, di mana liwet yang disediakan ini sesuai dengan Bergizi, Seimbang, dan Aman, sehingga gizi yang terdapat dalam liwet ini sudah terpenuhi.

“Jadi masyarakat supaya menikmati makan yang bergizi itu yang seperti ini, dan ini akan kami lestarikan. Jadi kalau berbicara produksi ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan kewajiban kita berempati kepada masyarakat, masyarakat yang ada di sekitar kita. Makanya kita sumbangkan, ya makanya kita semangat karena ini rereongan, jadi masing masing nasi rereongan untuk masyarakat gitu,” katanya.

Dede Rahim berharap, di tahun-tahun berikutnya kegiatan ini dapat terus terlaksana dengan jumlah liwet yang lebih banyak lagi.ujarnya.

Dede Rahim menerangkan, liwet ini merupakan warisan leluhur dari nenek moyang terutama bagi orang Sunda yang harus dilestarikan.

“Apalagi ini saya kira sangat luar biasa makan liwet bersama masyarakat, dan ini akan terus kami lestarikan ini salah satu mengangkat budaya sunda,” ujarnya. (bimantara)**

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
admin Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow